Nostalgia Hari Ini: Sepak Bola dalam Gencatan Senjata di Hari Natal

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Natal banyak diartikan sebagai pesan damai. Umat nasrani di seluruh dunia merayakan natal dengan penuh khitmat dan cinta kasih.

Denyut sepak bola pun berhenti di banyak negara untuk merayakan hari besar ini. Praktis hanya Liga Inggris yang terus bergulir ketika negara lain di Eropa meniadakan kompetisi.

- Advertisement -

Kendati begitu, liga tidak memudarkan sakralnya natal. Apalagi Boxing Day sudah jadi budaya di Inggris dalam memeriahkan natal.

perang dunia imperial war museums
Imperial War Museums

Jika era modern Inggris menjadikan sepak bola sebagai hiburan saat warganya merayakan natal, dulu kala, si kulit bundar dijadikan alat gencatan senjata.

- Advertisement -

Selama perang dunia pertama, kompetisi sepak bola terhenti. Namun, ada masanya sepak bola berperan besar di garis terdepan peperangan.

Momen menakjubkan itu terjadi tepat hari ini 107 tahun lampau. Pada hari natal pasukan Inggris dan Jerman yang berperang memutuskan untuk gencatan senjata.

perang dunia itv
itv
- Advertisement -

Mereka diberi waktu untuk merayakan natal dengan khidmat. Dan tentu saja, pesan damai yang dibawa natal tidak hanya menghentikan perang untuk sesaat.

Gencatan senjata yang telah dimulai pada malam sebelumnya berlanjut ke pertandingan sepak bola pada 25 Desember 1914. Pada pagi natal itu pasukan British Royal Welch Fusiliers meninggalkan parit-parit di Ypers, Belgia.

Mereka menemui pasukan Jerman yang ada garis seberang. Setelah berdiskusi beberapa saat mereka sepakat untuk bertanding sepak bola selama gencatan senjata.

perang dunia independent
Independent

Tidak ada peraturan yang mengikat di laga tersebut. Semua bermain bebas. Di lapangan yang tak sesuai standar itu diisi oleh 50 pemain di masing-masing tim.

“Itu bukan permainan seperti yang sesungguhnya. Sangat banyak tendangan, semua bermain dengan bebas. Mungkin ada 50 orang di setiap tim yang saya tahu,” kenang Kopral Bernie Felstead seperti dikutip Football5star dari BBC.

Kendati tampil sesuka hati tanpa peraturan dan tanpa pengadil, tidak terjadi keributan atau permainan kasar dari pasukan Inggris atau pasukan Jerman.

Selama setengah jam pertandingan mereka bermain dengan damai. Dan selama itu mereka melupakan pertempuran dan “kewajiban” untuk saling membunuh di garis depan peperangan.

Laga pun berakhir imbang tanpa gol. Sepak bola saat gencatan senjata ini kemudian jadi salah satu peristiwa paling berharga selama perang dunia pertama.

Apa yang terjadi di Ypers, Belgia, diabadikan dalam berbagai karya di kemudian hari. Ada yang menjadikannya lagu, buku, hingga diadopsi ke film yang bertajuk Joyeux Noel.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img