Sergio Aguero yang Lahir di Tengah Bencana Banjir

BACA JUGA

Gamespool new banner 2

Football5star.com, Indonesia – Sergio Aguero, resmi mengucapkan selamat tinggal kepada sepak bola, dunia yang telah membesarkan namanya. Aguero memutuskan untuk gantung sepatu disebabkan penyakit jantung yang dideritanya.

“Dalam pengumuman ini, saya memutuskan untuk berhenti bermain sepakbola profesional. Ini adalah keputusan yang sangat sulit. Pertama, ini kesehatan saya,” kata Sergio Aguero seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Kamis (16/12/2021).

Sambil Menangis, Sergio Aguero Umumkan Pensiun Dini
Goal
- Advertisement -

Aguero memulai karier sepak bolanya di Loma Alegre. Tahun 1997, ia menimba ilmu sepak bola di akademi Independiente. Ada satu cerita menarik soal Aguero, utamanya soal arti namanya.

Aguero sendiri dalam bahasa Spanyol memiliki arti ‘pertanda’. Ia lahir di tengah kondisi bencana alam, banjir yang meninmpa daerah Buenos Aires. Maret 1988, ibu kota Argentina itu diguncang bencana banjir besar.

- Advertisement -

Di tengah bencana banjir itu, seorang wanita muda tengah hamil besar. Ia terjebak di tengah bencana yang menyebabkan 24 orang meninggal dunia dan 57 ribu orang meninggalkan tempat tinggalnya.

Sergio Aguero yang Lahir di Tengah Bencana

Sergio Aguero Lahir di Kondisi Menyulitkan

Wanita itu bernama Andriana. Ia masih berusia 19 tahun dan suaminya, Leonel Del Castillo masih berusia 18 tahun. Saat bencana banjir melanda, Andriana dan Leonel harus mengusi ke sebuah sekolah bersama ribuan orang lainnya.

- Advertisement -

Kondisi sulit ini sangat mempengaruhi kehamilan Adriana. Ia harus berbaring selama 2 minggi. Di usia kandungan masih 6,5 bulan, Adriana harus dilarikan ke rumah sakit karena mulai merasakan pembukaan.

Adriana harus menempuh perjalanan 3 jam ke rumah sakit terdekat. Untungnya ia tidak sampai harus melahirkan di belum usianya. 2 bulan, Adriana harus beristirahat di rumah sakit. Namun terpaksa ia harus keluar dari rumah sakit karena masalah biaya.

Sergio Aguero yang Lahir di Tengah Bencana

Adriana pun harus pindah ke sebuah klinik kecil di La Matanza. Kemalangan belum berhenti. Saat waktunya untuk melahirkan, dokter menyebut bahwa kondisi bayi di dalam rahim mengalami masalah.

Menurut sang dokter, si ibu harus melahirkan dengan teknik episiotomi dan bisa menyebabkan patah tulang selangka pada si bayi. Adriana putus asa dan menangis tanpa henti. Beruntung, sang bayi lahir dengan sehat dan selamat, tanpa ada cacat permanen.

“Bayi yang lahir ini akan membawa keberutungan dan kelimpahan bagi keluarganya,” kata si dokter. Adriana kemudian memberi nama sang anak, Aguero dengan nama belakang sang ayah, Del Castillo. Sang ayah tak bisa memberikan nama depannya, karena Leonel dan Adriana belum resmi menikah.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img