Shayne Pattynama Soal Bela Indonesia: Saya Merasa seperti Cristiano Ronaldo

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Shayne Pattynama mengaku kalau dirinya seakan seperti Cristiano Ronaldo ketika membela timnas Indonesia. Dia juga merasa lega karena keinginan mendiang ayahnya untuk dia membela timnas Indonesia akhirnya terkabul.

Seperti diketahui, Shayne memang akhirnya melakoni debut bersama timnas Indonesia ketika hadapi Argentina, Juni lalu. Dia pun bercerita tentang pertama kali mendapatkan tawaran membela skuat Garuda. Awalnya, dia bilang kalau agennya menelepon.

- Advertisement -

Lalu, Shayne Pattynama diminta untuk mengikuti proses yang cukup panjang demi membela timnas Indonesia. Bahkan, prosesnya memakan waktu selama setahun. Tapi, dia bilang kalau proses itu memang pantas dinantikan karena sangat bernafsu untuk bisa membela Indonesia.

Shayne Pattynama Soal Bela Indonesia: Saya Merasa seperti Cristiano Ronaldo
https://www.instagram.com/s.pattynama/

“Agen saya menelepon, dan mengatakan mereka menginginkan saya di tim nasional Indonesia. Namun saya harus melalui sebuah proses. Jadi itu adalah proses yang panjang. Kami pikir itu akan memakan waktu tiga bulan, tapi butuh satu tahun dan tiga bulan sebelum saya mendapatkan paspor,” kata Shayne Pattynama dikutip dari Goal.

- Advertisement -

“Tapi itu pantas untuk ditunggu. Karena saya melakukan debut melawan Argentina pada bulan Juni, dan bermain di depan 80 ribu penonton. Itu adalah debut yang fantastis. Saya bertemu Presiden RI dan fans sungguh gila. Saya merasa seperti [Cristiano] Ronaldo, mengingat perhatian yang saya dapatkan setelahnya,” sambung dia.

Shayne Pattynama Akhirnya Bisa Penuhi Keinginan Ayahnya

Sebelum meninggal, sang ayah sempat berpesan kepada Shayne Pattynama untuk bisa membela timnas Indonesia. Kini, impian sang ayah sudah terjawab. Shayne Pattynama pun telah debut bersama skuat Garuda, ketika menghadapi Argentina, 19 Juli lalu.

- Advertisement -
Shayne Pattynama Merindukan Sosok Ayahnya: Anak-Anak Saya Kelak Harus Tahu!
@S.Pattynama

“Sayangnya, ayah saya meninggal dunia tujuh tahun lalu. Dia telah mengajari saya segalanya tentang budaya Indonesia. Betapa pentingnya keluarga, bersikap ramah. Jadi saya tidak berpikir tentang pengikut Instagram yang bisa membuat saya mendapatkan sponsor dan hal lainnya ketika bermain untuk Indonesia. Bagi saya, ini bersifat emosional,” papar dia.

“Saya berharap ayah saya ada di sana (stadion) untuk melihat saya bermain melawan Argentina. Tapi saya merasa dia hadir di awan. Dia ada di sana menatap saya, serta tersenyum dan bahagia. Itu adalah perasaan yang baik buat saya,” tuntas dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img