Steven Berghuis Ungkap Alasan Membelot dari Feyenoord ke Ajax

Football5Star.com, Indonesia – Bursa transfer Eredivisie jelang musim 2021-22 diwarnai perpindahan kontroversial. Steven Berghuis, kapten sekaligus pemain andalan Feyenoord, menyeberang ke klub seteru, AFC Ajax. Jumat (16/7/2021), pemain berumur 29 tahun itu menyepakati kontrak hingga 2025 dengan Godenzonen.

Perpindahan pemain dari Feyenoord ke Ajax bukanlah hal biasa. Rivalitas mengakar yang terjalin di antara kedua klub membuat perpindahan seperti itu tabu dan lebih dipandang sebagai pembelotan. Di luar beberapa yang pindah saat masih di akademi, pemain terakhir yang membelot seperti Berghuis adalah Arnold Scholten pada 1995.

- Advertisement -

Akan tetapi, Berghuis punya alasan melakukan pembelotan itu. Dia tanpa malu-malu mengakui trofi sebagai salah satu motivasinya. Bersama Ajax, peluang menjadi juara lebih terbuka ketimbang bertahan di Feynoord yang tak henti dilanda gonjang-ganjing.

“Aku sudah berumur 29 tahun dan semua orang tahu aku ingin mengambil langkah brikut. Sangat penting bagiku untu terus berkembang lagi. Ketika menentukan pilihan klub baru, aku memperhatikan soal perkembanganku sebagai pesepak bola,” urai Steven Berghuis seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Ajax.

Pada akhirnya, Berghuis menilai Ajax sebagai klub yang tepat. “Aku harus melihat kombinasi bermain untuk meraih gelar, tampil di Liga Champions, dan tetap menjaga peluang masuk skuat timnas Belanda. Semuanya ada di Ajax,” ujar pemain yang sempat membela Watford di Premier League tersebut.

Steven Berghuis Jadi Pembelot Keempat

Putusan Steven Berghuis membelot ke Ajax tentu saja menyulut kemarahan para fan Feyenoord. Salah satu di antaranya menunjukkan hal tersebut dengan membakar jersi Feyenoord dengan nama pemain yang telah memberikan empat trofi sejak 2016 itu.

Sepanjang sejarah, Berghuis tercatat sebagai pemain keempat yang membelot dari Feyenoord ke Ajax. Sang pelopor adalah Henk Groot pada 1965. Namun, perpindahan itu tak ubahnya “pulang kampung” karena sebelumnya, dia membela Godenzonen dari 1959 hingga pindah ke Feyenoord pada 1963.

Pemain berikut yang mengikuti jejak Groot adalah Jan Everse Jr. pada 1977. Pemain berposisi bek kiri ini adalah didikan asli Feyenoord. Perpindahannya berbuah manis. Bersama Ajax, dia dua kali jadi juara Eredivisie dan sekali menjuarai KNVB Beker. Sebelumnya, bersama Feyenoord, dia hanya sekali juara Piala UEFA.

Adapun pemain terakhir sebalum Berghuis adalah Scholten. Seperti Groot, kepindahan Scholten juga adalah kepulangan. Sebelumnya, dia 4 musim membela Ajax sebelum pindah ke Feyenoord. Berikutnya, setelah 5 musim di De Kuip, dia kembali ke klub lamanya dan bertahan selama 2 musim.

Selain mereka, sebetulnya ada juga Jan Soerensen. Pemain Denmark tersebut diangkut Ajax dari Feyenoord pada 1987. Namun, pada musim sebelumnya, dia tak membela Feyenoord. Pada 1986-87, striker yang sempat 13 kali membela timnas Denmark itu dipinjamkan ke Excelsior.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

- Advertisement -