Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun Dipulangkan AHHA PS Pati FC

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen AHHA PS Pati FC akhirnya bersikap keras dengan memulangkan Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun. Mereka pun meminta maaf kepada pihak Persiraja Banda Aceh karena kejadian tak mengenakkan sebelumnya.

- Advertisement -

Seperti diketahui, nama dua pemain itu memang menjadi sorotan dalam dua hari terakhir ini. Pertama Syaiful Indra yang dicorot karena kelakuannya melancarkan tendangan kung fu ke arah wajah pemain Persiraja Banda Aceh, Muhammad Nadhiif.

Lalu nama Zulham pun ikut terbawa karena memicu keributan antarpemain. Dua kejadian dari dua pemain berbeda itu jelas sangat disayangkan. Terlebih kedua tim cuma melakukan pertandingan persahabatan saja.

“Untuk nama-nama pemain tersebut (Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun) kami pulangkan dari pemusatan latihan di Jakarta, karena melakukan hal yang tak pantas dicontoh pada pertandingan persahabatan melawan Persiraja,” kata COO AHHA PS Pati, Divo Sashendra, Selasa (7/9/2021).

- Advertisement -

Dia menjelaskan, ini menjadi bukti tindakan tegas manajemen agar tidak terulang lagi di kemudian hari. “Benar-benar jadi pelajaran untuk pemain agar lebih dapat menjunjung tinggi nilai respek,” sambung dia.

AHHA PS PATI FC Minta Maaf atas Kelakuan Zulham Zamrun dan Syaiful Indra Cahya

- Advertisement -

Sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden itu, manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi bersama Syaiful Indra menemui manajemen dan pemain Persiraja. Manajemen AHHA PS Pati diterima oleh Sekretaris tim Persiraja, Rahmat Djailani dan pemain M Nadhif di sebuah hotel di kawasan Tangerang.

“Chairman, official dan manajemen tim AHHA PS Pati dari hati terdalam dengan ini memohon maaf kepada pemain, manajemen Persiraja dan tentunya pada masyarakat Indonesia,” ucap Doni Setiabudi atau akrab disapa Jalu.

Diakuinya, apa yang diperlihatkan adalah harus diakui memang tidak patut untuk dicontoh yang dilakukan pemannya. Dia menambahkan, Uji coba lawan Persiraja ini memberikan pengalaman dan pelajaran penting untuk timnya.

“Bahwa respek kepada lawan adalah jauh lebih penting nilainya dibandingkan dengan sebuah kemenangan,” tegas Jalu. Dia berharap, semoga pengalaman ini dapat membuat AHHA PS Pati lebih dewasa dan dapat makin lebih menjunjung tinggi apa yang disebut dengan respek,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -
- Advertisement -