Tak Bantu Hisyam Tolle, Ini Alasan Mendasar Manajemen PSIM

BACA JUGA

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Manajemen PSIM Yogayakarta dipastikan tak akan membantu Achmad Hisyam Tolle terkait hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. CEO Bambang Susanto sudah menegaskan, upaya banding diserahkan kepada pemain yang bersangkutan.

Setelah PSSI mengumumkan hukuman atas insiden kericuhan pada laga Derbi Mataram melawan Persis Solo, PSIM siap mengajukan banding. Namun, upaya tersebut hanya dilakukan terhadap sanksi yang diterima klub. Dalam hal ini, hukuman menjalani laga kandang tanpa penonton selama dua bulan pada musim 2020.

- Advertisement -

Sementara itu, untuk para pemain, termasuk Hisyam Tolle yang dijatuhi larangan bermain bola di lingkup PSSI selama 5 tahun, manajemen PSIM lepas tangan. Bambang Susanto menegaskan, hukuman tersebut adalah konsekuensi dari tindakan pribadi yang juga harus dipertanggungjawabkan secara pribadi.

Di samping itu, Bambang Susanto punya alasan lain. Putusan itu dibuat sebagai peringatan kepada para pemain PSIM. Dia menilai hal tersebut adalah upaya mendidik para pemain agar selalu berada di koridor yang tepat.

“Itu saya serahkan ke pemain yang bersangkutan karena dialah yang harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan,” ujar Bambang Susanto, Minggu (27/10/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari KR Jogja. “Justru ini yang harus diketahui oleh semua pemain bahwa ada perbuatan-perbuatan yang tidak dapat ditoleransi, apa pun itu alasannya.”

Hisyam Tolle bukan satu-satunya pemain PSIM yang dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI terkait kericuhan pada Derbi Mataram. Raymond Ivantonius Tauntu dan Aldaier Makatindu juga mendapatkan sanksi meskipun jauh lebih ringan dari hukuman untuk Hisyam. Raymond dilarang tampil dalam dua pertandingan, sedangkan Aldaier hanya mendapatkan teguran keras.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img