Tatsuma Yoshida, Pelatih Singapura yang Terinspirasi dengan Barcelona

BACA JUGA

Football5star.com, Indonesia – Tatsuma Yoshida, pelatih asal Jepang akan memimpin timnas Singapura saat berhadapan dengan timnas Indonesia di leg pertama babak semifinal Piala AFF 2020, Rabu (22/12/2021).

Jelang melawan timnas Indonesia, Yoshida mengaku bahwa ia sudah mengantongi apa yang menjadi titik lemah Evan Dimas dkk.

Tatsuma Yoshida Bingung Singapura Harus Jaga Pemain Timnas Indonesia yang Mana
FAS
- Advertisement -

“Tenang, saya sudah membuat perencanaan spesifik, menemukan titik lemah dan solusi untuk mengatasi gaya bermain Indonesia. Saya tak akan mengungkapkannya, hanya mengatakan bahwa kami akan berusaha meminimalkan kesalahan dan mengalahkan mereka dengan permainan tim,” ucapnya.

Pernyataan dari Yoshida ini tentu saja menjadi bumbu menarik sebelum kick off Singapura vs Indonesia. Bagi publik Singapura sendiri, Yoshida ialah sosok pelatih yang membawa banyak perubahan bagi sepak bola mereka.

- Advertisement -

Kedatangan Tatsuma Yoshida pada 30 Mei 2019 disebut media lokal sebagai pelengkap puzzle rencana jangka panjang sepak bola Singapura. Salah satu media lokal Singapura menyebutnya pembawa era baru sepak bola Singapura.

Tatsuma Yoshida

Tatsuma Yoshida Terinspirasi pada Barcelona

Tatsuma Yoshida lahir pada 9 Juni 1974. Pada 1993 setelah menimba ilmu di Universitas Tokai, Yoshida bergabung ke Kashiwa Reysol pada 1993. Karier Yoshida sebagai pemain tak berjalan mulus. Ia pensiun di negeri orang pada 1 Januari 2003, di klub Singapura, Jurong FC.

- Advertisement -

Setelah pensiun sebagai pemain, Yoshida mulai meniti karier sebagai pelatih. Ia ditunjuk menjadi asisten pelatih tim muda Reysol U-18. Diakui oleh Yoshida, ada dua sosok yang mempengaruhi keputusannya terjun sebagai seorang pelatih.

“Saya terinspirasi oleh senior saya, Satoshi Okura yang pernah bermain di MLS dan belajar kepelatihan di Cruyff University di Barcelona. Lalu ada Cho Kwi-jea, eks bek Urawa Reds yang belajar ilmu sepak bola di Jerman. Pengaruh mereka sangat besar,” kata Yoshida seperti dikutip Football5star.com dari Soccer-king.jp

Tatsuma Yoshida

Memiliki rekan yang belajar di Barcelona dan Jerman membuat Yoshida memiliki gaya kepelatihan yang kental dengan pressing dan penguasaan bola. Selama rentang waktu 2010 saat menjadi Direktur dari Departemen Tim Junior Kashiwa Reysol, Yoshida disebut membawa konsep ‘sepak bola agresif dengan fokus penguasaan bola’

Konsep Yoshida ini yang membuat Kashiwa memunculkan bakat terbaik seperti Masato Kudo, eks striker timnas Jepang, Kosuke Taketomi serta mantan bek Hannover 96 dan Marseille, Hiroki Sakai.

Singkat cerita, gaya sepak bola campuran Barcelona dan Jerman itu terus dipegang teguh oleh Yoshida, termasuk saat ia menjadi direktur klub Ventforet Kofu. Sebelum kedatangan Yoshida, Kofu disebut sebagai klub yang memiliki filosofi permainan bertahan. Yoshida mengubahnya dengan fokus pada penguasaan bola.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img