Tawa Louis van Gaal di Teater Tuschinski

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Melihat Louis van Gaal tertawa di lapangan hijau atau saat konferensi pers adalah hal biasa. Beda halnya dengan tawa sang pelatih timnas Belanda itu di sebuah teater. Itulah yang terjadi pada Selasa (13/4/2022). Dia menebar tawa di Teater Tuschinski, Amsterdam.

Bukan tanpa alasan Van Gaal tertawa dan sangat bahagia. Hari itu, film tentang kehidupannya dan sepak bola resmi tayang. Film itu berjudul “Louis”. Pria berumur 70 tahun itu benar-benar tak menyangka perjalanan hidupnya akan diwarnai penampilan di layar lebar.

Louis van Gaal bersama Luis Figo dalam salah satu adegan film Louis.
nos.nl
- Advertisement -

“Ini sungguh gila. Dari bintang sepak bola menjadi bintang film!” ucap Louis van Gaal seperti dikutip Football5Star.com dari Nederlandse Omroep Stichting. “Tak ada orang yang berani mengatakannya, tapi saya berani. Saya mencintai diri saya sendiri! Jika tidak, saya tentu tak akan senang.”

Eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu menambahkan, “Saya sudah menontonnya tiga kali dan tak pernah merasa bosan! Film ini tak berkisah soal orang arogan seperti saya kadang dipandang orang. Ini juga kisah personal di balik sosok pelatih yang bisa Anda lihat di film ini.”

Banyak Kisah Sedih Louis van Gaal

- Advertisement -

Film besutan sutradara Gertjan Lassche itu memang mengisahkan banyak sisi kehidupan Louis van Gaal sebagai pribadi. Tak terkecuali soal kanker prostat yang dideritanya dan membuat banyak pihak bersimpati. “Ini adalah bagian dari hidup saya. Saya menderita itu dan tak dapat mengubahnya. Namun, saya menunjukkan bahwa saya dapat menghadapinya,” ucap dia.

Itu bukan satu-satunya kisah sedih yang diungkap dalam film Louis. Di sana juga dikisahkan soal kepedihan saat dia berumur 11 tahun karena ayahnya meninggal dunia. Lalu, ada pula bagian ketika Sang Jenderal Tulip harus merelakan istrinya, Fernanda, dipanggil Tuhan.

Louis van Gaal dan istri bersama Gertjan Lassche.
ad.nl
- Advertisement -

Kisah-kisah sedih itu ikut membentuk karakter Van Gaal. “Louis harus menerima kehilangan pada usia sangat muda. Itu membuat dia mampu menghadapi hal-hal sulit. Berbagai kesulitan itu memudahkan dia melewati tintangan dalam hidupnya kemudian,” ucap Lassche yang butuh 3 tahun untuk merampungkan film “Louis”.

Karakter, kepribadian, dan kesuksesan yang diraih kemudian membuat Louis van Gaal sangat dihormati. Hal itu terlihat pada premiere film “Louis”. Selain sederet mantan anak asuhnya semasa di Ajax dan timnas Belanda, ada sejumlah selebritis. Lalu, ada pula Jorien van den Herik, eks chairman Feyenoord.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img