Nostalgia Hari Ini: Tertinggal 2 Gol dari Afrika Selatan, Timnas Indonesia Bangkit

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Indonesia sempat menunjukkan semangat istimewanya saat meladeni Afrika Selatan, 25 November, 2005 silam. Saat itu, dalam sebuah laga uji coba, Indonesia sempat tertinggal dua gol di paruh pertama.

- Advertisement -

Dalam laga yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu, timnas Indonesia dengan nama Indonesia Selection berkesempatan menjajal timnas Afrika Selatan. Sejak awal laga, sebetulnya Indonesia sempat mendapatkan peluang emas.

Maman Abdurrahman yang menanduk bola usai menyambut tendangan pojok Elie Eiboy nyaris membuka skor. Namun sayang, sundulan pemain yang kini membela Persija Jakarta itu membentur mistar gawang.

ANTV
- Advertisement -

Alih-alih cetak gol, tim yang kala itu dikomandoi Bambang Nurdiansyah itu justru kejebolan lebih dahulu menit kedelapan. Lewat skema serangan balik, Afsel sukses menjebol gawang Hendro Kartiko lewat skema serangan balik via Lehumo Itshetgetseng.

Menit ke-23, gantian Bonginkoli Macala yang menunjukkan aksinya. Dia sukses mencetak gol kedua bagi anak asuh Steve Kholompela dengan skill individunya.

Timnas Indonesia Bangkit

ANTV
- Advertisement -

Tertinggal dua gol, timnas Indonesia tak begitu saja lempar handuk. Diawali oleh Bambang Pamungkas meit ke-33. Pemain yang saat itu membela Selangor tersebut sukses memecah kebuntuan bagi Indonesia Selection usai memanfaatkan umpan matang Firman Utina.

Pada paruh kedua, Indonesia akhirnya sukses menyamakan kedudukan. Menit ke-52, gantian Salim Alaydrus yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengejar defisit dua gol Indonesia.

ANTV

Pemain yang saat itu masih berseragaam Persikota Tangerang tersebut mencetak gol lewat tendangan spekulasi di pinggir kotak penalti. Gol Salim itu nyatanya jadi gol terakhir yang tercipta dalam pertandingan Indonesia Selection melawan Afsel.

Usai laga, Bamnbang Nurdiansyah sendiri menyebut kalau dua gol yang diciptakan Afrika Selatan murni karena kesalahan sendiri. Dia yang menerapkan formasi 4-4-2 dianggap masih sulit dipahami pemain.

“Anak-anak memang sempat kaget dengan formasi 4-4-2 yang saya terapkan. Mereka kan umumnya pakai 3-5-2. Tapi sebenarnya inilah formasi 4-4-2 yang modern. Untungnya dalam waktu singkat mereka bisa beradaptasi, dan hasilnya mengejar ketinggalan,” ujar Bambang Nurdiansyah.

- Advertisement -