Tiada Julian Nagelsmann, Dino Toppmoeller Pun Jadi

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Ada hal menarik saat Bayern Munich menang 4-0 di markas Benfica, Kamis (21/10/2021) dini hari WIB. Di pinggir lapangan, tak ada pelatih Julian Nagelsmann. Sosok yang memberikan komando justru asistennya, Dino Toppmoeller.

Apa yang membuat Nagelsmann absen pada laga itu? Apakah dia terkena skors? Ternyata tidak. Pelatih berumur 34 tahun itu tak dapat mendampingi Manuel Neuer cs. karena sakit. Menurut juru bicara Bayern, dia mengalami gejala-gejala seperti flu sehingga tak dapat masuk ke stadion.

Dino Toppmoeller sejak 2020 jadi asisten Julian Nagelsmann.
Getty Images
- Advertisement -

Akan tetapi, ketiadaan sang pelatih tak membuat Bayern melemah. Die Roten tetap menggila. Meskipun sempat gagal mencetak gol pada babak pertama, mereka akhirnya mampu meraih kemenangan telak 4-0. Mengenai hal itu, Toppmoeller tak menepuk dada.

“Sungguh menarik di posisi tak biasa ini. Para pemain tampil sensasional, terutama pada babak kedua. Pujian kepada tim. Tidak mudah bagi para pemain ketika pelatih kepala harus absen pada saat terakhir (jelang pertandingan),” urai Dino Toppmoeller kepada DAZN seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Julian Nagelsmann Tetap Berperan Besar

Dino Toppmoeller juga menegaskan, Julian Nagelsmann tak sepenuhnya melepas kendali tim kepada dirinya. Pola permainan dan pergantian pemain yang dilakukan pada babak kedua sepenuhnya dilakukan sesuai instruksi eks pelatih RB Leipzig tersebut.

“Julian sudah menunjukkan video kepada tim sebelum pertandingan,” kata Toppmoeller. “Idenya pulalah memasukkan Serge (menggantikan Pavard). Kami melakukan kontak dengan Julian dan itu titik krusial karena kami jadi lebih berbahaya bersama Serge. Itu putusan berani dari Julian.”

Klaus Toppmoeller yang membawa Bayer Leverkusen ke final Liga Champions 2002 adalah ayah Dino Toppmoeller.
Getty Images

Terlepas dari hal itu, Toppmoeller tetap jadi sosok yang menyita perhatian di Stadion Da Luz. Maklum saja, sebelumnya, dia paling banter berkiprah di Divisi I Liga Luksemburg. Saat jadi pemain pun, dia tak mencorong. Di Liga Jerman, dia paling tinggi bermain di Bundesliga 2.

Meskipun demikian, Toppmoeller sebetulnya punya DNA pelatih bagus. Ayahnya, Klaus Toppmoeller, termasuk salah satu pelatih yang cukup disegani dan sangat berpengalaman. Klaus juga hampir menjuarai Liga Champions bersama Bayer Leverkusen pada 2002. Sayangnya, Die Werkself kalah 1-2 dari Real Madrid.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img