Lothar Matthaeus: Timnas Jerman Kebanyakan Drama!

BACA JUGA

Football5Star.com, Indonesia – Lothar Matthaeus sangat berang ketika melihat timnas Jerman ditaklukkan Jepang pada Rabu (24/11) lalu. Matthaeus menuding Die Mannschaft tidak datang ke Qatar dengan fokus 100 persen di sepak bola.

Jerman menjadi salah satu tim yang cukup vokal karena adanya larangan FIFA mengenai atribut berbau LGBT di Qatar. Para penggawa Die Mannschaft sempat melakukan aksi protes dengan menutup mulutnya di sesi foto resmi beberapa saat sebelum laga melawan Jepang dimulai.

Timnas Jerman - Piala Dunia 2022 - Lothar Matthaeus - The Telegraph
The Telegraph
- Advertisement -

“Sebelum laga dimulai, saya sempat mengeluhkan banyaknya drama sepanjang proses persiapan. Sama seperti empat tahun lalu, ada banyak topik yang sebenarnya lebih penting dibanding sepak bola,” tegas Matthaeus kepada Bild.

“Hal-hal seperti itu biasanya mengganggu fokus para pemain. Mereka semua tidak sepenuhnya memikirkan sepak bola. Mungkin, tingkat fokus para pemain saat ini berada di angka 90 atau 95 persen,” imbuh mantan kapten Die Mannschaft itu.

TIMNAS JERMAN AKAN HADAPI LAGA HIDUP MATI
- Advertisement -

Kekalahan dari Jepang membuat Die Mannschaft kini berada dalam posisi sulit. Mereka membutuhkan tambahan tiga poin di laga kedua untuk menjaga kans melangkah ke babak 16 besar. Masalahnya, Thomas Mueller dan kolega akan menantang Spanyol di pertandingan pekan kedua.

Spanyol tampil mengesankan di pertandingan pekan pembuka Piala Dunia. La Furia Roja mengamuk dan berhasil mengalahkan Kosta Rika dengan skor besar, 7-0.

Spanyol vs Kosta Rika - Ferran Torres - Piala DUnia 2022 - @jacobsben
twitter.com/jacobsben
- Advertisement -

Matthaeus pun khawatir Jerman tidak akan bisa mengatasi Spanyol. Menurutnya, satu poin dari laga melawan Spanyol tidak akan bisa membawa Die Mannschaft ke babak 16 besar.

“Tim nasional kini dihadapkan dengan tekanan yang sangat besar. Mereka harus bisa menang agar bisa melaju ke babak selanjutnya. Saya tidak yakin dengan peluang mereka apabila cuma bisa meraih satu poin di pertandingan melawan Spanyol,” tuntas Matthaeus.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img