Timnas Malaysia Didesak Tak Pakai Pelatih Asing dengan Dalih Beda Budaya

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com IndonesiaTimnas Malaysia didesak mengutamakan pelatih lokal ketimbang asing. Hal itu disampaikan mantan pemain Harimau Malaya, Azlan Johar, dengan dalih perbedaan budaya yang akan menyulitkan.

- Advertisement -

Selepas Piala AFF 2020, Malaysia memang tengah memburu pelatih baru sebagai pengganti Tan Cheng Hoe. Kegagalan lolos babak grup membuat Cheng Hoe memutuskan mundur dari kursi pelatih beberapa waktu lalu.

Timnas Malaysia latiham, Tan Cheng Hoe
New Straits Times

Sempat tersiar kabar dua kandidat pelatih asing akan menempati pos yang ditinggal Cheng Hoe, yakni Kiatisuk Senamuang dan Bojan Hodak. Akan tetapi, Azlan justru merekomendasikan empat pelatih lokal, yaitu Zainal Abidin Hassan, Irfan Bakti Abu Salim, dan E Elavarasan, untuk dipertimbangkan FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia).

- Advertisement -

“Zainal Abidin kami tak pernah coba. Irfan Bakti juga pelatih yang sudah hafal dengan pemain. Kalau ada yang berjalan di dekatnya, dia pun sudah tahu pemain itu bagus atau tidak. Elavarasan juga bagus,” sebut Azlan, seperti dikutip Football5star dari BH Online.

Pelatih Asing Disebut Cuma Mengejar Gaji Tinggi Bersama Timnas Malaysia

Zainal Abidin Hassan, Irfan Bakti Abu Salim dan E Elavarasan timnas Malaysia - BH Online
BH Online

Di antara empat nama, hanya Nafuzi yang tidak terlalu direkomendasikan melatih timnas Malaysia. Pasalnya, jam terbang Nafuzi dinilai paling rendah dan harus membuktikan lebih dahulu bersama timnas Malaysia level usia lebih muda seperti U-19 atau U-23.

- Advertisement -

“Juru latih seperti Zainal, Irfan, dan Elavarasan, sangat berpengalaman. Contohnya Zainal, semua tahu latar belakangnya. Dia juga tahu setelah kegagalan tim nasional apa yang harus diperbaiki dengan pemain saat ini. Jadi, berikan kesempatan kepada pelatih lokal,” sebut Azlan menambahkan.

Pernyataan mantan asisten pelatih T-Team itu memang berseberangan dengan tren yang lagi marak di kawasan Asia Tenggara saat ini. Sebagian besar peserta Piala AFF 2020 memang menggunakan pelatih asing. Termasuk empat negara semifinalis seperti Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Singapura.

Kiatisuk Senamuang juga sempat dikait-kaitkan dengan timnas Malaysia pada 2017.
zingnews.vn

Meski begitu, Azlan justru melihat dari sudut pandang berbeda. “Kalau pelatih asing, budaya mereka berbeda. Sebagai mantan pemain saya juga pernah dilatih orang asing. Kadang saya mengeluh dan mengatakan, lebih baik dengan pelatih lokal”.

Azlan Johar bahkan menyindir keras pelatih asing yang dianggapnya hanya mengejar bayaran tinggi dan tidak mengenal tentang semangat kebangsaan. Dia melihat, perbedaan perlakuan terhadap pelatih asing dan lokal pun masih diskriminatif.

“Pelatih asing itu hanya bagus dalam memberikan alasan. Sementara pelatih lokal justru lebih sering kekurangan dukungan dari banyak pihak. Contohnya, ketika pelatih asing minta 30 bola, yang diberi bisa sampai 40. Tapi ketika pelatih lokal minta 30 bola, yang datang hanya 20. Ini yang membuat pelatih lokal terkadang tak puas,” bilang Azlan memungkasi.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img