Timnas Malaysia Dituding Tak Serius Inginkan Pemain Brighton

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Beberapa waktu lalu, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memberikan pernyataan soal keengganan Jaami Qureshi, pemain Brighton & Hove Albion, memperkuat timnas Malaysia. Sang pemain muda disebutkan tak mau ribet dan akhirnya memilih memperkuat timnas Irak.

Pernyataan itu ditanggapi sinis oleh ayah Jaami, Perviz Qureshi. Dia membantah dan balik menyerang FAM dengan menyinggung mereka tak sungguh-sungguh dalam melakukan pendekatan terhadap anaknya. Itu sangat berbeda dengan yang dilakukan Asosiasi Sepak Bola Irak (IFA).

- Advertisement -

“Saya sudah membaca pernyataan FAM dan bisa mengatakan bahwa paragraf terakhirnya mengada-ada. Mereka sama sekali tak berkomunikasi dengan kami dalam 2 tahun ini dan sepertinya mereka sama sekali tak tertarik terhadap Jaami,” urai Perviz Qureshi seperti dikutip Football5Star.com dari Astro Arena.

Perviz Qureshi sebagai ayah Jaami Qureshi heran dengan pernyataan yang dibuat FAM.
Instagram @pervizqureshi

Menurut Perviz, bukan hanya Jaami yang mengalami hal serupa. Dia menyebutkan beberapa pemain berdarah Malaysia yang ada di Inggris dan Jerman. Seperti Jaami, kata dia, mereka juga sama sekali tak dihubungi oleh FAM soal kemungkinan memperkuat timnas Malaysia.

- Advertisement -

Bagi Perviz Qureshi, itu sesuatu yang aneh. Pasalnya, jika menginginkan sesuatu, orang pasti akan berusaha dan mengomunikasikannya. Namun, FAM justru tak melakukan itu sama sekali. Upaya yang dilakukan pun terkesan sangat minim, tak seperti yang ditunjukkan Irak.

Jaami Qureshi Bukan Menolak Timnas Malaysia

“Malaysia, FAM, tak memilih Jaami. Irak memilih Jaami. Bukan Jaami yang memilih Irak ketimbang Malaysia. Mereka terus menghubungi kami, terbang ke Inggris, Spanyol, dan negara lain di Eropa. Mereka menonton pertandingan dan memilih pemain untuk masuk skuat. Mereka lebih profesional,” ucap Perviz.

- Advertisement -

Lebih lanjut, ayah Jaami Qureshi mengungkapkan, “FAM tidak keluar dari kantor. Mereka duduk di sana sepanjang hari, membuat putusan, dan saya melihat para fan di media sosial begitu frustrasi karena menganggap mereka sama sekali tak melakukan apa pun.”

Ayah Jaami Qureshi menuding FAM sama sekali tak ingin anaknya membela timnas Malaysia.
Instagram @jaamiqureshi

Perviz kemudian menceritakan satu pertentangan yang terjadi pada 2020 ketika Jaami Qureshi dipanggil untuk memperkuat Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-23. Dia menegaskan, pihaknya menolak karena Jaami harus terbang ke Malaysia, lalu bergabung dengan tim di Uzbekistan selama 3 bulan.

“Itu adalah awal pandemi. Pada saat bersamaan, kompetisi U-18 dan musim baru Premier League juga mulai. Dia tak bisa absen 3 bulan penuh. Brighton tak akan mengizinkannya. Saya meminta mereka untuk datang saja, kirim scout, jika ingin melihat Jaami dan menilai kemampuannya,” ujar Perviz lagi.

Hal berbeda ditunjukkan IFA. Perviz mengatakan, “Mereka menghubungi kami, berbicara dengan kami. Meskipun beberapa tak bisa berbahasa Inggris, mereka coba menerjemahkan. Mereka benar-benar menunjukkan usaha keras. Sementara itu, FA tertidur dan kemudian membuat pernyataan bodoh.”

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img