Timnas Malaysia Ngeri dengan Kamboja di Grup B Piala AFF 2020

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengaku agak sedikit ngeri dengan kekuatan Kamboja di Grup B Piala AFF 2020. Dia menyebut Kamboja sudah berkembang pesat belakangan ini.

- Advertisement -

Seperti diketahui, Malaysia memang akan membuka Piala AFF dengan melawan Kamboja di Stadion Bishan, Singapura, 6 Desember 2020. Di atas kertas, mereka jelas diunggulkan utnuk langsung meraih kemenangan perdana.

Tan Cheng Hoe memanggil 28 pemain plus 3 back up untuk pemusatan latihan jelang Piala AFF 2020.
makanbola.com

Akan tetapi, Cheng Hoe justru berpendapat beda. Cheng Hoe terkesan dengan Angkor Warriors yang mengalahkan Guam 3-1 secara agregat di kualifikasi Piala Asia bulan lalu.

- Advertisement -

“Kamboja bermain bagus di bawah pelatih Ryu Hirose dengan bimbingan manajer tim Keisuke Honda. Mereka berkembang pesat sebagai sebuah tim, jadi itu tidak akan mudah bagi kami,” kata Tan Cheng Hoe dikutip New Straits Times.

Timnas Malaysia Ngeri dengan Kamboja di Grup B Piala AFF 2020
NST

Pengalaman Honda bersama Jepang yang tampil di tiga Piala Dunia, kata dia, telah membantu Kamboja membuat terobosan dalam permainan. “Saya tidak ingin pemain kami terlalu percaya diri di laga pembuka Piala AFF. Mereka harus fokus bermain sesuai instruksi,” sambung dia.

Timnas Malaysia Waspadai Sejumlah Nama

- Advertisement -

Ada sejumlah nama, yang menurut Cheng Hoe, harus diwaspadai timnas Malaysia. Salah satu yang menarik perhatian dia ialah Chan Vathanaka.

Timnas Malaysia Ngeri dengan Kamboja di Grup B Piala AFF 2020
Khmertimeskh

“Mereka memiliki beberapa pemain top yang bermain di luar negeri. Chan Vathanaka, yang pernah bermain di M-League, dia bagus,” papar dia.

“Kami harus berhati-hati melawan Kamboja. Mereka pekerja keras dan banyak berlari selama pertandingan, dan mereka tidak mudah menyerah,” tutup dia.

Setelah Kamboja, Harimau Malaya akan menghadapi Laos pada 9 Desember, disusul Vietnam (12 Desember) dan Indonesia (19 Desember).

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img