Totalitas Guardiola Tidak Bisa Hentikan “Sandungan Spanyol” Di Bayern

BACA JUGA

Langkah Bayern Muenchen di Liga Champions akhirnya terhenti. Hal ini membuat Die Roten masih melanjutkan tradisi buruk “sandungan Spanyol” yang masih berlaku di semifinal Liga Champions. Padahal, pelatih Josep Guardiola, mengaku sudah memberikan segalanya untuk Bayern.

Kegagalan Bayern melaju ke final Liga Champions terbilang menyakitkan. Mereka sesungguhnya menang 2-1 atas Atletico Madrid di leg kedua semifinal pada Rabu (4/5). Namun, Die Roten tersingkir karena kalah agresivitas gol tandang karena pada laga pertama di markas Los Colchoneros, mereka menyerah kalah 0-1.

- Advertisement -

Hasil ini meneruskan rangkaian “sandungan Spanyol” yang kerap menerpa pada semifinal. Maklum saja, kegagalan pada dua semifinal sebelumnya juga terjadi saat bertemu tim-tim asal Negeri Matador.

Sebelum ini, kegagalan terjadi pada musim lalu. Bayern disingkirkan oleh Real Madrid di semifinal. Los Blancos akhirnya menjadi juara. Selain itu, hasil buruk juga dituai Bayern ketika bertemu Madrid di semifinal 1999-00. Mereka gagal ke final akibat adangan Los Blancos.

Bahkan, jika diperluas ke fase lain, Madrid juga kembali menorehkan luka ke Die Roten. Contohnya adalah pada musim 2003-04. Los Blancos menyingkirkan Bayern di babak 16-besar. Selain itu, pada babak yang sama musim 2008-09, giliran Barcelona yang menundukkan Die Roten.

Gagal ke final jelas membuat Guardiola kecewa. Apalagi ini adalah musim terakhirnya di Bayern. Namun, dia mengaku sudah memberikan segalanya untuk Die Roten.

“Saya sudah memberikan hidup saya untuk tim ini, saya berjuang dan menghadirkan yang terbaik,” kata Guardiola. “Begitulah, kami tidak di final Liga Champions, tapi saya bangga kepada tim ini. Kami sudah memainkan permainan yang ingin kami peragakan.”

- Advertisement -

You Might also like

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img