Tragis, Pesepak Bola 16 Tahun Ditembak Mati Polisi

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Hancur impian Alexander Martinez untuk bermain di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Pesepak bola 16 tahun itu ditembak mati oleh polisi Meksiko.

Alexander Martinez baru saja mendapat beasiswa di Universitas Gulf of Mexico (UGM). Ia juga telah masuk ke dalam tim UGM yang bermain di divisi ketiga kompetisi sepak bola Liga Meksiko.

- Advertisement -

Namun, ia mendapat musibah fatal pada Selasa (9/6). Alexander yang sedang pergi membeli minuman ringan sekaligus mengisi bensin dengan rekannya ditembak oleh polisi di Acatlan de Perez Figueora, negara bagian Oaxaca, Meksiko.

Sang polisi mengira merupakan salah satu anggota geng motor. Hal ini karena saat berada di POM Bensin, Alexander menggunakan masker penutup mulut.

“Mereka di POM Bensin membeli soda. Polisi mulai menembak. Karena mereka ketakutan, akhirnya lari,” kata Dulce Darian, sepupu Alexander kepada Reforma.

“Mereka tak memberikan kesempatan Alexander untuk berhenti atau membuka masker. Mereka hanya menembak, dan mengenai kepalanya. Alexander meninggal seketika karena polisi tak mau memberikannya pertolongan pertama,” lanjut Darian.

Untuk menghormati cita-citanya, rekan-rekan Alexander memberikan penghormatan terakhir untuknya. Peti Mati dengan jasadnya diletakan di depan gawang. Rekannya menendang bola ke arah peti mati di mana bola memantul dan masuk ke gawang.

Di Twitter, tagar untuk menuntut penyelidikan mengemuka lewat #JusticeParaAlexander. Jaksa Agung setempat sudah menyelidiki hal ini dan satu anggota polisi telah ditahan.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img