Umuh Muchtar Minta Liga 1 Ditunda: Hati-Hati Nanti Lebih Parah

BACA JUGA

Gamespool new banner 2

Football5Star.com, Indonesia – Komisaris PT Persib Bandung Bermatabat (PBB), Umuh Muchtar, meminta Liga 1 2021-22 ditunda agar tak parah. Hal itu untuk menetralisir kasus Covid-19 yang belakangan melanda sejumlah klub.

Belakangan, kompetisi strata satu sepak bola Indonesia itu memang diserang badai Covid-19. Satu per satu klub mulai mengumumkan terpapar virus tersebut. Dari mulai Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, PSS Sleman, Persija Jakarta, Persiraja Banda Aceh, hingga Madura United mengumumkan kalau beberapa pemainnya terpapar Covid-19.

Persib Bandung mampu menuai kemenangan atas Persikabo 1973 meskipun tanpa 9 pemain yang terpapar COVID-19.
- Advertisement -

Malahan, sejauh ini sudah ada dua pertandingan Liga 1 yang ditunda karena salah satu tim kekurangan pemain, salah satunya laga Maung Bandung. Umuh sendiri berharap kompetisi bisa berhenti sejenak.

“Menurut saya ini kan berisiko buat semua. Bukan Persib saja. Beberapa klub ada yang kena. Cari aman lebih baik menurut saya dengan kejadian begini dihentikan saja dulu,” ungkap Umuh Muchtar dikutip dari Republik Bobotoh.

Umuh Muchtar: Bersyukur Persib Punya Pemain Bagus, Klub Lain Belum Tentu
- Advertisement -

“Cari waktu yang tepat, cari waktu yang pas. Tapi kalau mereka mau main terus ya tidak ada masalah. Kami hanya mengimbau saja, hati-hati nanti lebih parah, tambah parah malah nanti pemain pada pulang bawa masalah buat keluarganya,” tambah dia.

Umuh Muchtar Sebut Penularan Covid-19 dari Mana Saja

persib bandung vs tira persikabo
@Liga1Match

Umuh menyebut, penularan Covid-19 kepada para pemain di Liga 1 bisa dari mana saja. Bahkan, tak menutup kemungkinan orang-orang di luar lingkaran klub yang menularkannya kepada pemain.

- Advertisement -

“Sekarang satu kamar satu orang yang tidak terkena. Di Hotelnya pun disemprot terus disterilkan. Karyawan hotel ada yang kena juga kita tidak tahu. Itu yang bahaya,” tutup dia.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img