Venezia dan Nostalgia yang Makin Paripurna di Serie A

BACA JUGA

Banner Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Venezia akhirnya kembali. Setelah melalui laga dramatis di babak play off melawan Cittadella, mereka memastikan diri promosi ke Serie A musim depan.

- Advertisement -

Menghadapi Cittadella di babak play off, Venezia unggul 1-0 pada leg pertama. Di leg kedua mereka meraih hasil imbang 1-1. Hasil ini membuat klub naik kasta dengan agregat 2-1.

Jalan klub yang pernah dibela Alvaro Recoba terbilang dramatis. Di leg kedua yang berlangsung di markas sendiri, stadion Pier Luigi Penzo, mereka tertinggal 0-1 hingga menit ke-90.

venezia vs cittadella VeneziaFC EN
@VeneziaFC_EN

Beruntung ada Riccardo Bocalon yang mencetak gol penyama di masa injury time. Venezia pun jadi tim terakhir yang promosi ke Serie A setelah Empoli dan Salernitana.

Kembalinya klub berjuluk Gli Arancioneroverdi sangat menggembirakan. Sebab mereka merupakan tim tradisional dan sudah cukup dikenal.

Bukan hanya keindahan kota yang membuat mereka begitu dikenal. Tapi juga keberadaan Venezia FC yang pada medio 90-an sering lalu-lalang di Serie A.

Bagi klub asuhan Paolo Zanetti, mentas lagi di kasta tertinggi Italia jadi yang pertama kali setelah selama 19 tahun nama mereka berada di divisi bawah.

Dalam 19 tahun tersebut, berbagai masalah dialami klub kota air. Mulai dari badai keuangan hingga dinyatakan bangkrut akhir musim 2004-2005 silam, sampai kepemilikan yang kerap berganti tangan.

Akibatnya, mereka turun ke Serie C hingga terjebak di Serie D, kasta terbawah dalam piramida sepak bola Italia, pada musim 2015-2016. Peruntungan mulai berubah saat pengusaha Amerika Serikat, Duncan Niederauer, mengambil alih tahun lalu.

Peremajaan pun dimulai oleh Duncan Niederauer. Mattia Collauto digaet sebagai Direktur Olahraga. Kemudian legenda Inter Milan, Ivan Cordoba, dipercaya sebagai manajer tim.

Dan yang tak kalah penting adalah penunjukan Paolo Zanetti sebagai nakhoda. Hasilnya pun luar biasa. Dalam setahun, klub peraih satu trofi Coppa Italia kembali merasakan Serie A.

Nostalgia Lagi Bersama Serie A

Selama ini Serie A dianggap sebagai kompetisi orang tua. Atau di media sosial disebut sebagai liga aki-aki. Anggapan tersebut tak lepas dari kejayaan yang tertinggal di masa lalu. Juga soal banyaknya veteran lapangan hijau yang tetap tampil prima di Italia kala mereka sudah tak mampu bersaing di kompetisi lain.

Bagaimana pun itu, Serie A selalu memiliki pecinta setia. Mulai dari orang tua hingga anak muda nyatanya terus menikmati Liga Italia.

Mulai musim depan, divisi paling bergengsi Italia kembali menawarkan nostalgia kepada para pecintanya. Tentu saja Venezia yang melengkapi nostalgia itu.

Francesco Totti Tunggu Panggilan Telepon dari Mourinho
Sky Sport

Selain itu ada pula Salernitana yang sama-sama butuh hampir dua dekade untuk menyapa para tifosi di seluruh dunia. Juga ada Empoli, klub lawas yang kembali naik kelas.

Jika dibandingkan dengan LaLiga maupun Premier League, hanya Serie A yang pada musim depan memiliki tiga tim promosi baru. Sedangkan di LaLiga ada Real Mallorca yang baru musim 2020-2021 terdegradasi.

Sementara di Inggris, dua klub yang baru terdegradasi seperti Norwich City dan Watford sudah kembali lagi ke Premier League musim depan.

Cerita nostalgia bukan hanya dihadirkan klub promosi. Tapi juga di jajaran pelatih. Seperti yang disingguh di atas, Ivan Cordoba akhirnya kembali dengan status baru sebagai manajer Gli Arancioneroverdi.

Panasnya peta persaingan pelatih baru juga memunculkan nama-nama lawas yang turun gunung. Ada Jose Mourinho yang mencoba peruntungan bersama AS Roma, Massimiliano Allegri yang kembali ke Juventus, serta Luciano Spalletti yang selangkah lagi resmi bergabung ke Napoli.

Belum lagi dengan kemungkinan kembalinya dua pemain yang pernah meramaikan jagat Serie A, Sergio Conceicao dan Walter Samuel.

Setelah kabar kepindahannya ke Napoli mereda, Conceicao dikabarkan dalam bidikan Lazio, klub yang membuatnya mengangkat trofi sebagai pemain. Sedangkan Samuel diinginkan mantan pelatihnya, Jose Mourinho, di AS Roma.

Faktor-faktor ini diyakini akan membuat Serie A kembali jadi magnet pecinta sepak bola. Apalagi tiga penguasa liga seperti Inter Milan, Juventus, dan AC Milan kembali meramaikan Liga Champions musim depan.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img