Wali Kota Marseille Berharap Tak Ada Bentrok di Laga Le Classique

BACA JUGA

Banner Baru Gamespool

Football5star.com, Indonesia – Le Classique antara Marseille vs PSG di Stade Velodrome, Senin (25/10/2021) dinihari menjadi bigmatch di pekan ke-11 Ligue 1 2021-22. Jelang kick off partai Le Classique, wali kota Marseille, Benoît Payan mengirim pesan kepada suporter.

- Advertisement -

Dikutip Football5star.com dari RMC Sports, Minggu (24/10), Payan berharap bahwa tidak ada bentrok yang terjadi di kalangan suporter pada laga tersebut. Payan menegaskan bahwa sebagai klub besar, Marseille akan selalu diawasi oleh banyak pihak.

Marseille vs PSG
Eurosport

Lewat akun Twitter pribadinya, Payan menuliskan pesan untuk suporter Marseille. “Ayo kita lakukan. Karena kami adalah klub terbesar, maka tidak akan termaafkan jika terjadi sesuatu,” tulis Payan.

“Saya tahu bahwa banyak pengamat akan memperhatikan Anda. Oleh karena itu, pertandingan ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kepada seluruh dunia betapa indahnya stadion kita,”

Sebelumya, para pemain Marseille seperti Dimitri Payet juga meminta para pendukug untuk tidak berbuat sesuatu yang bisa merugikan klub.

Marseille vs PSG 2002 03

“Jadi MarseMarseillais malam ini, ayo kita selesaikan tugas. Di dalam stadion dan di luar. Ayo OM,” kata Payet di jejaring sosial miliknya. “Jadilah teladan,” tegas eks pemain West Ham tersebut.

Le Classique Edisi ke-101

Musim 2021-22 menjadi pertemuan ke-101 antara kedua tim. Partai dengan tajuk Le Classique awalnya dianggap sebagai pertandingan biasa saja. Pertemuan pertama Marseille vs PSG terjadi pada 12 Desember 1971.

Bermain di Stade Vélodrome, Les Phocéens berhasil mengalahkan Les Parisiens dengan skor cukup telak 4-2. Pada musim-musim berikutnya, laga kedua tim pun masih dianggap sebagai pertandingan biasa saja oleh publik sepak bola Prancis.

Buntut Rusuh Nice vs Marseille, Tribun Selatan Allianz Riviera Ditutup - Presiden Lyon- LFP

Awal persaingan kedua tim bermula di periode 1990-an. Empat tahun sebelumnya, penguasa kelahiran Paris, Bernard Tapie menguasai Marseille. Kedatangan Tapie membuat Marseille menjelma jadi klub yang mendominasi kompetisi lokal Prancis.

Marseille mampu meraih empat gelar berturut-turut di rentang waktu 1989 hingga 1992. Les Phocéens seolah tak memiliki lawan sepadan saat itu. Hingga tiba di 1991, perusahaan televisi terbesar Prancis, Canal + resmi menguasai PSG. Di sinilah persaingan antara kedua tim dimulai.

- Advertisement -

More From Author

- Advertisement -

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img